Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu|Debian Command. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu|Debian Command. Tampilkan semua postingan

Pengunaan Mail & Sendmail Di Server Ubuntu/Debian

  



Melanjutkan pengunaan aplikasi email di server ubuntu/debian, kali ini yang saya bahas di artikel ini adalah pengunaan mail dan sendmail, sebenarnya kedua aplikasi inipun saling terkait satu dengan yang lainnya. Untuk membantu anda memahami artikel ini, maka ada baiknya anda membaca artikel sebelumnya yaitu Mengirimkan File Hasil Sinkronisasi [Rsync] Mengunakan Mpack Di Server Ubuntu/Debian, dan jika anda sudah melakukaan instalasi mpack seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel tersebut maka langkah instalasi mail dan sendmail dibawah ini bisa dilewatkan saja.

Instalasi Mail & Sendmail.
root@proxy2:~# apt-get update
root@proxy2:~# apt-get install mailutils sendmail

Penerapan command mail di terminal.

Format 1.

  mail -s subjeck email


root@proxy2:~# mail -s Ujicoba wong.284@gmail.com
Cc:   #Enter saja kalau tidak ada Cc
Tulis isi email disini
# Kemudian tutup sekaligus langsung mengirimkannya ke email tujuan dengan menekan Ctrl+D
You have new mail in /var/mail/root

Hasilnya.
01

Format 2.

  mail -s subjeck email < lokasi/file


root@proxy2:~#  mail -s realname.cfg-proxy2 wong284@gmail.com < /var/www/lightsquid/realname.cfg

* Dengan command mail diatas maka isi konten dari file realname.cfg akan langsung di tampilkan pada isi pesan email.

Hasilnya.
mail 02
mail 03

Pengunaan mail di cronjob.
Disini saya mengunakan mail untuk mengirimkan hasil sinkronisasi [Rsync] file realname.cfg [Baca artikel sebelumnya].  
0 15 * * 1,2,3,4,5,6 /bin/bash /rsync-lightsquid/realname.sh > /dev/null 2>&1 | mail -s realname.cfg-proxy2 < /var/www/lightsquid/realname.cfg

Penerapan command sendmail di terminal.

Format.

  sendmail email < lokasi/file


root@proxy2:~# sendmail wong284@gmail.com < /var/www/lightsquid/realname.cfg

* Dengan command sendmail diatas maka isi konten dari file realname.cfg juga akan langsung di tampilkan pada isi pesan email.

Hasilnya.
sendmail

Pengunaan sendmail di cronjob.
Disini saya mengunakan mail untuk mengirimkan hasil sinkronisasi [Rsync] file realname.cfg [Baca artikel sebelumnya].  
0 15 * * 1,2,3,4,5,6 /bin/bash /rsync-lightsquid/realname.sh > /dev/null 2>&1 | sendmail wong.284@gmail.com < /var/www/lightsquid/realname.cfg

Tips. Pilih aplikasi email yang paling simple menurut anda untuk diterapkan di cronjob.


Selamat Mencoba!.

Mengirimkan File Hasil Sinkronisasi [Rsync] Mengunakan Mpack Di Server Ubuntu/Debian

  



Artikel mengenai mpack ini masih berhubungan dengan artikel sebelumnya yaitu [Rsync] Sikronisasi Data Antara Dua [2] Komputer Server Ubuntu/Debian Mengunakan Bash Script Dan Cronjob.

Pembahasan mpack ini karena saya gunakan untuk mengirimkan file hasil sinkronisasi oleh Rsync setelah dijalankan via cronjob, jadi saya bisa melihat & menyimpan file hasil sikronisasi yang bisa saya jadwalkan via cronjob per hari/ per minggu, hitung-hitung sebagai backup juga jadinya, multifungsi. Oleh karena file tsb tersimpan di email agar terlihat lebih rapi maka tinggal buat label baru misalnya "Hasil-Rsync" dan terapkan fungsi filter emailnya.

Salah satu aplikasi email yang menurut saya simple dalam pengunaannya adalah mpack. Walaupun masih ada yang lainnya seperti mail, sendmail, mutt, ssmtp, postfix, telnet.

Tips. Apabila tidak mengunakan user root maka gunakan sudo untuk user sudoer.

Instalasi mpack.
apt-get update
apt-get install mpack
apt-get instal sendmail mailutils #Untuk mendukung agar pengiriman email bisa berfungsi dengan baik.

* Jika hanya instal mailutils tanpa sendmail maka pada ubuntu otomatis akan di instal pula postfix.

Command mpack di terminal.

Format.

 mpack -s "subjek" lokasi/file emailku@domain.web.id


Penerapan.
root@proxy2:~# mpack -s "realname.cfg" /var/www/lightsquid/realname.cfg wong.284@gmail.com
Atau kirimkan ke beberapa email sekaligus.
root@proxy2:~# mpack -s "realname.cfg" /var/www/lightsquid/realname.cfg wong.284@gmail.com wong_284@yahoo.co.id wong284@hotmail.com
Keterangan :
mpack : Pengiriman email mengunakan mpack.
-s : Subjek email "Judul".
Lokasi File : Direktori tempat file berada, file yang nanti akan dikirimkan.
Email tujuan : emailku@domain.web.id.

Hasil pengiriman.

Cek di folder Inbox atau di Spam.


Hasil pengunaan mpack

Mengirimkan ke beberapa email sekaligus.


Pengunaan mpack di cronjob.
Disini saya mengunakan mpack untuk mengirimkan hasil sinkronisasi [Rsync] file realname.cfg [Baca artikel sebelumnya].  
0 15 * * 1,2,3,4,5,6 /bin/bash /rsync-lightsquid/realname.sh > /dev/null 2>&1 | mpack -s "File hasil rsync realname.cfg di proxy2" /var/www/lightsquid/realname.cfg wong.284@gmail.com
Keterangan :
Setiap hari senin s/d sabtu cronjob menjalankan bash script realname.sh setiap pukul 15.00 wib kemudian file hasilnya oleh mpack dikirimkan ke email saya.


N.B. Periksa folder spam di email anda apabila hasil pengiriman tidak ditemui di folder inbox, sebaiknya terapkan fitur filter email agar file tidak di tandai sebagai spam oleh sistem email. 


Selamat Mencoba!.

Remove Only One Specific Package On Debian/ Ubuntu


[ Di update 14 Mei 2015 ]

Seperti judul, hal ini memang menganggu... anda pasti pernah mengalami masalah yang sama seperti yang saya alami, saat ingin membuang (remove/ uninstall ) hanya satu paket aplikasi di sistem Debian/ Ubuntu.

Dalam kasus saya, hanya ingin membuang squid3 package saja tetapi tidak bisa, karena squidguard juga akan dibuang oleh sistem, seperti 1 paket yang tidak bisa dipisahkan.

Maksud saya sangat simple, buang squid3 namun squidguard tetap terpasang.

Ini tidak bisa dilakukan dengan apt-get ....

Solusinya adalah dengan command berikut :
dpkg --remove --force-depends package_name


Contoh pada kasus saya menjadi,
dpkg --remove --force-depends squid3

Tunggu hingga proses selesai.

Done! :)


Melawan lupa.

... Mengingat perintah ( commad dpkg )

1. Install

-- Install satu file .deb

dpkg -i package_name

Contoh :
dpkg -i chrome.deb

atau

-- Install beberapa file .deb dari sebuah folder/ dir

dpkg -R --install nama_folder/dir

Contoh :
dpkg -R --install /tmp/deb-paket-1


2. Uninstalling

--Remove

dpkg -r package_name

Contoh :
dpkg -r chrome.deb

dengan -r, uninstall tanpa menghapus file konfigurasinya.

atau

-- Purge

dpkg -p package_name

Contoh :
dpkg -p chrome.deb

dengan -p, uninstall dengan menghapus file konfigurasinya.


Selamat Mencoba! :)

Disable avahi-daemon di Debian



Apa itu avahi-daemon ?

Avahi is a fully LGPL framework for Multicast DNS Service Discovery. It allows programs to publish and discover services and hosts running on a local network with no specific configuration. For example you can plug into a network and instantly find printers to print to, files to look at and people to talk to.

Intinya, avahi-daemon diperlukan untuk auto-discovery hosts yang terhubung/ ada pada jaringan, seperti printer, komputer dsb.


Apakah sistem sangat memerlukannya ?
- Tidak juga.

Bila di disable apakah akan mempengaruhi sistem ?
- Tidak juga, tergantung kebutuhan.

Beberapa pertanyaan diatas terlintas apabila saya ingin mematikan salah satu service yang ada pada sistem di Debian/ Ubuntu, saat ini saya ingin mematikan aksi avahi-daemon tanpa perlu uninstall, mengingat kalau sewaktu-waktu saya ingin mengunakannya lagi. Karena laporan (report) dari aksi avahi-daemon ini memenuhi syslog.

Pada terminal,

 service avahi-daemon stop

atau

 /etc/init.d/avahi-daemon stop

dan 

 update-rc.d avahi-daemon disable
 
Bisa juga kita disable via webmin.

System > Bootup & Shutdown, pilih avahi-daemon, lalu klik Disable Now and On boot.


Selamat Mencoba!

Berpindah Direktori Melalui Terminal Di Ubuntu/ Debian



[ Di update 14 Mei 2015 ]

Bagi penguna ubuntu terutama versi ubuntu server, pastilah sudah sangat terbiasa mengunakan beberapa perintah di terminal untuk melakukan berbagai hal pada sistem ubuntunya, dibawah ini adalah beberapa perintah ( command ) untuk berpindah direktori di ubuntu, bagi para pemula mungkin ini akan sangat membantu walaupun ada cara lain yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan bantuan aplikasi WinSCP.

N.B.

  1. Gunakan command " pwd " [ Print Working Directory ] untuk mengetahui posisi di direktori mana kita berada sekarang.
  2. Jangan lupa gunakan sudo bila anda termasuk sudoers dan tidak sedang mengunakan user root.

1. Command " cd  / " untuk menuju atau ingin kembali ke direktori " root " ~.

Contoh :
root@bangandi:~# cd /etc/bind
root@bangandi:/etc/bind# pwd
/etc/bind
root@bangandi:/etc/bind# cd /
root@bangandi:/# pwd
/
root@bangandi:/#


2. Command " cd " untuk menuju direktori " home ".

Contoh :
root@bangandi:/# cd /etc/bind
root@bangandi:/etc/bind# pwd
/etc/bind
root@bangandi:/etc/bind# cd
root@bangandi:~# pwd
/root
root@bangandi:~#


3. Command "cd .." untuk menuju direktori sebelumnya atau kembali atau ke satu level diatasnya.

Contoh :
root@bangandi:~# cd /var/www
root@bangandi:/var/www# pwd
/var/www
root@bangandi:/var/www# cd ..
root@bangandi:/var# cd ..
root@bangandi:/# pwd
/
root@bangandi
:/#


4. Command "cd -" juga untuk kembali ke direktori sebelumnya.

Contoh :
root@bangandi:~# cd /etc/apache2
root@bangandi:/etc/apache2# pwd
/etc/apache2
root@bangandi:/etc/apache2# cd -
/root
root@bangandi:~# pwd
/root
root@bangandi
:~#


5. Command " cd /nama_dir/nama_subdir ", untuk menuju direktori yang melampaui satu atau beberapa direktori.

Contoh :
root@bangandi:~# cd /var/
root@bangandi:/var# pwd
/var

dan
root@bangandi:/var# cd /var/log
root@bangandi:/var/log# pwd
/var/log


Tips. Semakin terbiasa mengunakan terminal maka akan semakin banyak pula command yang akan kita ketahui, kita akan mudah ingat atau bisa juga dengan memanfaatkan tombol panah atas & bawah untuk melihat command history sebelumnya,

Selamat Mencoba!

Command Shutdown Di Ubuntu




[ Di update 14 Mei 2015 ]

Tidak seperti ubuntu biasa yang memiliki Graphical User Interface ( GUI ), dengan mudah kita bisa mengetahui cara untuk mematikan sistem ubuntu. Tetapi berbeda jika kita akan mematikan sistem ubuntu server, tanpa adanya GUI dan hanya mengandalkan terminal.

Dibawah ini adalah beberapa Command untuk properly shutdown.

N.B. Jangan lupa  gunakan sudo bila anda termasuk grup sudoers dan tidak sedang mengunakan user root.

root@bangandi:~# shutdown -h now
atau
root@bangandi:~# halt
atau
root@bangandi:~# init 0
atau
root@bangandi:~# poweroff

Command shutdown dengan waktu tertentu.
shutdown -h [time]
Ket : time dalam menit

Contoh :
root@bangandi:~# shutdown -h 10

Command shutdown dengan waktu tertentu & pesan.
shutdown -h [time] [message]

Contoh :
root@bangandi:~# shutdown -h 10 RIP


Tips. Namun, sebenarnya GUI bisa di instal di ubuntu server, itupun jika kita menginginkannya. GUI di ubuntu server sangat di perlukan jika kita ingin memasang aplikasi remote lainnya selain putty yaitu seperti VNC.


Selamat Mencoba!

Command Membuat/ Menghapus Direktori Di Ubuntu/Debian



[ Di update 14 Mei 2015 ]

Mari mengingat kembali Command yang digunakan berkaitan dengan membuat dan menghapus direktori di Ubuntu/Debian via terminal.

N.B.
  1. Gunakan command " ls " [ List ] untuk melihat/ mengetahui isi direktori.
  2. Jangan lupa  gunakan sudo bila anda termasuk sudoers group dan tidak sedang mengunakan user root.
1. Command untuk membuat direktori

mkdir nama_direktori

Contoh :
root@bangandi: mkdir app
root@bangandi: ls

Contoh membuat direktori di dalam sub direktori.
root@bangandi: mkdir /tmp/app
root@bangandi: ls /tmp

dan
root@bangandi: mkdir /tmp/app/app2
root@bangandi: ls /tmp/app


2. Command untuk menghapus direktori yang kosong ( tidak ada isinya )

rmdir nama_direktori

Contoh :
root@bangandi: rmdir /tmp/app
root@bangandi: ls /tmp


2.1 Command untuk menghapus direktori yang ada isinya.

rm -r nama_direktori

dan

rm -rf nama_direktori

Ket. :

  1. -r  akan menghapus isi di dalam direktori baik sub direktori & file-file yang terdapat di dalamnya.
  2. -f  dengan ini akan langsung menghapus read only file tanpa konfirmasi di dalam direktori. 
  3. Hati-hati!  untuk pengunaan -r dan -f  karena bisa saja Anda akan menghapus file-file sistem yang penting tanpa sengaja.

Contoh dengan -r :
root@bangandi: rm -r /tmp/app/app2
root@bangandi: ls /tmp

Contoh dengan -rf :
root@bangandi: rm -rf /tmp/app
root@bangandi: ls /tmp


Selamat Mencoba!

COMMAND USER DI UBUNTU

Berikut ini adalah command user yang di perlukan, jika ingin menambah user baru, menghapus user yang ada, dan melihat daftar user yang ada di ubuntu server.


1. Command menambah user.

# adduser

Contoh : adduser test1





















atau 

1.2 Command menambah user dengan cara mudah ( tanpa meminta password ) 

# useradd

Contoh : useradd test1





2. Command menghapus user.

# deluser


Contoh : deluser test1









atau

2.1 Command menghapus user dengan cara mudah ( tanpa notification kalau user tsb telah di hapus )

# userdel

Contoh : userdel test1






3. Command untuk melihat daftar user. 

Untuk mengecek keberadaan user yang ditambahkan atau yang di hapus.

# cat /etc/passwd



COMMAND GROUP IN UBUNTU SERVER

Group command in ubuntu server is actually very easy to understand, short orders and easy to remember, just like other commands in ubuntu server but even so sometimes we forget a few commands like this. It's good we note, and stored so that when we forget and need, then look at the note. And here are some commands as below:


Note: Login as root first

The command to add a group
# addgroup nama_grup








The command to delete a group
# delgroup nama_grup

Command to check the group
# cat /etc/group






the result :




The command to add users to the group
# adduser username nama_grup










The command to delete the user in the group
# deluser username nama_grup








then check if the username already in the group with command " cat /etc/group "




::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

COMMAND GRUP DI UBUNTU SERVER

Perintah grup di ubuntu server ini sebenarnya sangat mudah untuk di mengerti, perintahnya pendek dan mudah untuk di ingat, sama seperti perintah-perintah lainnya di ubuntu server tapi walaupun begitu terkadang kita lupa dengan beberapa perintah seperti ini. Ada baiknya kita catat, dan di simpan agar sewaktu kita lupa dan memerlukannya, maka lihat saja catatan tersebut. Dan inilah beberapa perintah seperti di bawah ini.

Catatan : Loginlah terlebih dahulu dengan user root

Perintah untuk menambah grup
# addgroup nama_grup









Perintah untuk menghapus grup
# delgroup nama_grup

Perintah untuk mengecek grup
# cat /etc/group






hasilnya :







Perintah untuk menambahkan user ke dalam grup
# adduser namauser nama_grup




Perintah untuk menghapus user di dalam grup
# deluser namauser nama_grup





Cek jika username tersebut sudah ada di dalam grup dengan " cat /etc/group "